Beranda > Pemikiran > (Ada) Ke(tidak)pastian dalam Ilmu Pasti Matematika

(Ada) Ke(tidak)pastian dalam Ilmu Pasti Matematika

Dengan matematika bisa dibuktikan bahwa 2 = 1

Memang sesuatu yang aneh dan tidak logis. Bukankah Matematika sudah terkenal dengan adigiumnya yang logis dan masuk dalam jajaran inti ilmu pasti ?

Tapi memang matematika telah dapat membuktikan bahwa 2 = 1. Hal ini secara tidak sengaja saya lihat pembuktiannya saat menemukan buku — eh membeli maksud saya – tentang teori Einstein dalam Al Qur’an, sudah lupa pengarangnya siapa. Dan memang di dalamnya membahas rumusnya yang sangat terkenal itu, . Tentang kecepatan cahaya dan malaikat dan keterhubungannya dengan nash-nash dalam Al-Qur’an, dsb, dsb. Di dalamnya juga dijelaskan secara singkat biografi si Einstein ini dari kecilnya sampai akhirnya mampu melahirkan pemikiran-pemikiran yang mencengangkan.

Namun ada satu bagian yang saya sangat tertarik dengan buku tersebut. Pada masa sma-na – tidak dijelaskan di sma mana, barangkali SMA N I Klaten ? – ternyata dia sudah bisa membuktikan dengan matematika bahwa 2 = 1. Dan ternyata sederhana sadja :

Catatan :

yak, bagitu saja. Dengan sangat jelas terbukti bahwa 2 memang sama dengan 1. Aneh. Tapi memang matematika agak aneh, setidaknya itu saya temukan juga dalam bab limit.

Dalam persamaan-persamaan limit, saya sering berfikir, “wah matematika ini koq tidak konsisten ya”. Coba saja lihat salah satu contoh di bawah ini.


Kita dulu diajari untuk menyeleseikan soal di atas waktu sma menggunakan aljabar. Tapi menurut saya aneh juga, coba kita lihat :

1. Jika kita masukkan nilai -2 pada x mentah-mentah, artinya tanpa mengubah persamaan itu, maka akan menjadi :

dengan perhitungan seperti ini jika kita hitung dengan kalkulator, maka sang kalkulator itu akan menjerit histeris dengan mengeluarkan hasil e, yang jika dijabarkan adalah ‘embuh lah’.

2. Dan dengan ‘sedikit’ aljabar maka penyelesaian soal itu menjadi :

Kenapa bisa begitu ? padahal e, yang aslina berarti tidak terdefinisi, tentu tidak sama dengan -5 bukan ? Benar-benar aneh.

Apa pendapat anda ?

Temen saya yang kuliah di Fisika MIPA UGM juga sering bilang, “Fisika itu bidang ilmu pasti yang penuh dengan ketidakpastian”. Entah apa maksud temen saya tersebut.

Apakah anda juga menemukan keanehan-keanehan dalam bidang yang disebut sebagai ilmu pasti ?

Categories: Pemikiran
  1. 30 Juli 2008 pukul 7:46 am | #1

    terima kasih atas “wacana”nya yang udah membuat sy terinspirasi … ehhhmmm ternyata matematika gitu ya..??? perlu dibuat seminar tuh…

  2. 1 Agustus 2008 pukul 11:40 am | #2

    utk kasus diatas saya tdk setuju..
    karena a2 – a2 = 0
    jadi 0 dikalikan berapapun, dikuadratkan, dll, ya hasilnya 0
    0 * 2 = 0 * 1
    ini bukan berarti 2 = 1
    tul gak??

  3. 1 Agustus 2008 pukul 5:09 pm | #3

    aneh bin ajaib. visit also http://www.jalasutra.wordpress.com

  4. 4 Agustus 2008 pukul 3:44 pm | #4

    @beranibaca
    memang inilah salah satu sisi matematika dan ternyata dalam bidang fisika pun akan ada hal semacam ini juga….

    @aviv
    Setelah kemarin secara tidak sengaja menjumpai buku berjudul ‘Biografi angka nol’, permasalahan yang mirip seperti ini ternyata saya temukan di dalamnya. Namun tetap saja tidak dijumpai penyelesaiannya….

    Memang benar bahwa a2-a2=0, namun langkah-langkah di atas sama sekali tidak menyalahi aturan-aturan aljabar yang telah sama-sama kita ketahui.

    @agsan
    memang….

  5. 5 Agustus 2008 pukul 12:13 pm | #5

    tidak tetap tidak terdefinisi bilangan 0/0 kan, ie. devide by zero? so? itu sdh menyalahi aturan aljabar.

    cmiiw.

  6. Ramdhani
    5 Agustus 2008 pukul 12:53 pm | #6

    untung ente ga masuk fisika / matematika fiq, bisa ga lulus2 tuh mikirin masalah2 ilmu “eksak” kaya gini hehe.

  7. taufiqmtk08
    3 April 2009 pukul 5:02 am | #7

    dalam ilmu matematika, ada hukum dasar yang anda lupakan, bahwa bilangan yang dikurangi
    (a-a)(a+b)=a(a-a)
    a-a nya seharusnya tidak boleh dihilangkan atau dibagi karena a-a nilainya nol, lok seandainya a-a bkan nol baru boleh di coret, setidaknya itu kta dosen matematika saya, lok mw lebih jelas buka blognya almatnya adit38.wordpress.com

  8. aim07
    3 April 2009 pukul 5:58 am | #8

    Kita tidak bloleh sembarang mencoret atau membagi bilangan karena bilangan yang dibagi itu harus nilainya tidak sama dengan NOL,.
    Seperti dalam tulisan Anda “(a-a)(a+a)=a(a-a)
    Dalam kasus ini “a-a” tidak boleh di coret atau dihilangkan begitu saja karena “a-a” itu bernilai NOL.

  9. sierra1010
    3 April 2009 pukul 7:16 am | #9

    (a-a) ruas kiri ga’ boleh dibagi begitu saja dg (a-a) ruas kanan, karena nilainya nilainya adalah nol. itu tk sesederhana yg dibayangkan….

  10. Shofiq Sulaiman
    3 April 2009 pukul 10:02 am | #10

    @taufiqmtk08,aim07 dan sierra1010
    Yup anda semua benar, permasalahan di atas memang disebabkan oleh adanya pembagi 0 [a-a tentu saja 0]. Inilah salah satu bentuk kejanggalan dari angka nol. Lebih lengkapnya tentang angka nol bsa qta baca d buku berjudul “Biografi Angka Nol” didalamnya akan kita temukan hal-hal menarik tentang angka nol ini.

    Dalam hal aljabar, pembagi bilangan nol menimbulkan masalah…. Pertanyaannya sebenarnya sederhana, ‘kenapa tidak boleh ada pembagi 0 ?’

    Tetapi dengan matematika kita juga dapat mencari jumlah deret geometri. Misalkan ada deret : 10, 5, 2.5, 1.25, …. Padahal sebenarnya tidak masuk akal juga klo bsa ditentukan jumlahnya. Karena deret ini tidak jelas batas nilai terkecilnya dan tidak mungkin batas terkecilnya adalah nol.

    Kemudian dalam mencari luasan bidang, kita juga dapat mencari dengan limit mendekati 0.

  1. Belum ada trackback.