Beranda > Perjalanan > Kopi Terbalik di Meulaboh

Kopi Terbalik di Meulaboh

Mumpung masih Syawal, saya ucapkan, “Taqabalallahu Minna wa Minkum”, semoga puasa kita, tarawih [tawareh kata Upin] kita, dan semua amal ibadah yang telah kita lakukan diterima Allah SWT, aminn. Dan ‘Mohon maaf Lahir Batin’, atas kesalahan dan khilaf yang telah saya lakukan.

Ini tentang kopi. Akhir-akhir ini saya juga baru seneng sama yang namana kopi, tapi bukan hanya kopi tok, tapi kopi susu. Sekarang persediaan baru habis, belum beli lagi :D . Namun ini adalah cerita pas saya masih berada di Meulaboh City.

Salah satu ikon Meulaboh yang terkenal adalah kopi terbalik nya. Awal saat tiba di Meulaboh, saya diajak temen setim ke salah satu pantai yang di sana terdapat warung kopi yang menyediakan menu kopi terbalik ini. Tapi perjalanan pertama ini gagal ke sana, akhirna malah jalan-jalan mencoba menyusuri jalan di sana, yang Alhamdulillah sudah sangat bagus. Kanan kiri terhampar perkebunan sawit.

Inilah jalan di Meulaboh yang menembus perkebunan sawit

Inilah jalan di Meulaboh yang menembus perkebunan sawit

Setelah menyusuri jalan yang sepertinya entah berakhir di mana, kami balik kanan, sudah sore. Tapi ternyata mendapatkan musibah, ban motor bocor. Ya uda kami bergantian menuntun motor mencari dan berharap menemukan tempat tambal ban. Alhamdulillahnya adalah bahwa kita mengalaminya sudah berada di dekat pemukiman, coba kalo di tengah perkebunan sawit. Dan Alhamdulillah juga karena ada tempat tambal ban, walaupun akhirnya bukan tambal ban, tapi ganti ban.

Nuntun sepeda motor yang bocor bannya, keringetan...

Nuntun sepeda motor yang bocor bannya, untung dua orang jadi bisa difoto pas nikmati nuntun...

Di lain kesempatan, akhirnya kami bias sampai pantai Swarebe [kedengerannya saat orang Aceh menyebutnya :D ], kali ini dengan personil yang lebih banyak, bersama temen-temen dokter-dokter team dari UGM.

Warung kopi terbalik, dilihat dari arah pantai

Warung kopi terbalik, dilihat dari arah pantai

Pemandangan pantai di senja hari, Subhanallah....

Pemandangan pantai di senja hari, Subhanallah....

Kopi terbalik ini memang unik, jika kita cari di seantero Indonesia Raya, mungkin, sekali lagi mungkin, tidak akan kita temukan di daerah lain selain di Meulaboh ini. Pertama berhadapan dengan kopi ini mungkin akan membingungkan tentang bagaimana cara meminumnya. Seperti dapat dilihat di gambar di bawah, yang jadi masalah adalah bagaimana mengeluarkan kopi dari gelas. Selamat berfikir….

Kopi terbalik siap dinikmati

Kopi terbalik siap dinikmati

Categories: Perjalanan
  1. 16 Oktober 2008 pukul 10:18 pm | #1

    hiyaaa…… ini mah di sunda juga banyak.. kagak perlu ke aceh segala :) .

    tinggal seruput aja dari bibir piring nya sambil sedikit2 di angkat gelasnya..

    kirain kopi apa…huft..

  2. 30 November 2008 pukul 1:41 pm | #2

    @rkasigi
    oo di Sunda banyak ya, tapi mungkin agak beda kali ya…
    Coz seperti tampak di foto nya, cara minumnya bukan tinggal sruput dari bibir piring, tapi pake sedotan, lha itu kelihatan sedotanya,hehe.

    Klo mungkin di Sunda pake diangkat sedikit2 gelasnya, tapi di Meulaboh sama sekali ga ngangkat tuh gelas. Jadi ada yang pingin neba cara mengeluaran kopi tanpa mengangkat gelasnya ? [yang uda pernah ke Meulaboh dan nyobain ni kopi jangan ikutan jawab, hehe]

  3. cyberbear
    16 Januari 2009 pukul 8:18 am | #3

    Nama Pantai nya Suak Ribee , Kopi itu bukan di sedot pakai sedotan, tapi sedikit di masukkan ujungnya ke dalam gelas lalu ditiup,karena tekanan udara yg masuk, air kopi yg di bawah akan keluar dari gelas, sehingga sisnya adalah ampas kopi yg berada di atas..
    Setiap sabtu atau minggu saya sering kesana,,masih ingat waktu pantai itu masih hancur dan masyarakat takut kesana karena bagian sisi kanan pantai itu adalah kuburan Cina dan masih trauma dengan Tsunami, sampai pantai itu ramai di kunjungi para pekerja sosial dan penduduk sekitar akhirnya mulai berani membuka usaha di pantai itu, hancur lagi di terjang ombak pasang tahun 2007,(saya punya foto2 pantai ini waktu kena ombak pasang),,
    Saya kangen juga dengan pantai ini…
    Indah dan tenang tetapi menyimpan kisah menakutkan

  4. Sula
    16 Januari 2009 pukul 10:58 am | #4

    Yah, akhirnya dijawab Mas Cyberbear yang uda pernah ke sana, pertama agak repot memang, ni kopi uda ditiup-tiup koq ga mau keluar-keluar. Klo ada temen yang baru pertama kali ke Meulaboh belom sreg kayaknya klo belum coba kopi ini.

    Oo tulisannya Suak Ribee to, coz dulu cuman dengar dari ngobrol-ngobrol dengan orang Aceh, thax mas uda mbenerin cara nulisnya.

    Lokasinya memang dekat dengan kuburan cina. Kita serombongan ke pantai ini tanggal 24 November 2007 jam 18.27. Ternyata tahun 2007 pernah diterjang ombak juga tho.

    • 25 Oktober 2009 pukul 3:02 pm | #5

      kaykya enak buaaaaang…………………………………….ngt yah

  1. Belum ada trackback.