Beranda > Ramadhan > Kultum Prof Yunahar Ilyas di Masjid Syuhada

Kultum Prof Yunahar Ilyas di Masjid Syuhada

Wew ternyata di kalender bulan Agustus belum ada tulisannya :( . Ya sudah kalo gitu nulis kultumnya Pak Yunahar Ilyas aja pas tarawih di masjid Syuhada Selasa kemaren, 25 Agustus 2009. Tentang do’a. Lagian katana, “ikatlah ilmu dengan menuliskannya”.

Ada yang berdo’a, “Ya Allah kalau saya bisa menghajikan kedua orang tua saya, maka di DO pun saya tidak masalah”. Kemudian Allah kabulkan do’a itu, orang tuanya dapat menunaikan ibadah haji dan yang berdo’a ter-DO dengan sukses!

Ada juga yang berdo’a, “Ya Allah, Engkau mengetaui keinginanku dan yang terbaik bagiku” atau “Ya Allah do’a ku sama dengan yang kemaren”

Dalam rangkaian ayat tentang puasa Ramadhan dalam ayat 183-189 surat Al-Baqarah, terselip ayat tentang do’a, yang artinya , [2:186] “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”

Menurut Pak Yunahar, secara harfiah dari bahasa arabnya, mengabulkan dalam terjemahan di atas sebenarnya adalah,”menjawab”. Jadi, “…Aku menjawab permohonan orang yang berdo’a….”. Jadi jika seorang hamba berdo’a terdapat beberapa kemunginan jawaban dari Allah. Seperti kita mengajukan proposal, maka prosal kita dapat di-iya-kan atau ditolak atau dapat juga hanya dibiarkan saja. Maka do’a seorang hamba akan dijawab dengan beberapa kemungkinan, diantaranya :

  1. Doa itu dikabulkan. Ini terjadi dalamdo’a pertama di atas, maka sangat dianjuran bagi kita untuk meminta yang tinggi, seperti disabdakan oleh Rasulullah, mintalah surga tertinggi,firdaus.
  2. Doa itu tidak dikabulkan karena akan menyengsarakan hambanya. Contoh yang diberikan Pak Yunahar, seseorang yang berdo’a agar dikaruniai istri yang cantik, tetapi tidak dikabulkan. Karena kalo berjalan, mungkin orang-orang akan berkomentar, “Kasihan wanita itu, cantik, tapi suaminya …” Tentu ini akan menyengsarakan pria tersebut.
  3. Do’a itu tidak dikabulkan, tetapi Allah menghindarkan dia dari musibah. Terkadang kita mengingini sesuatu yang pada akhirnya kita sangat bersyukur karena kita tidak mendapatkannya di masa lalu.
  4. Do’a itu menjadi simpanan di akhirat.
  5. dll

Pada akhirnya kita harus selalu berhusnudzon dalam do’a-do’a kita. Dan kita harus pahami bahwa do’a bukanlah hanya merupakan permintaan belaka, namun ia merupakan juga suatu bentuk ibadah, seperti halnya kita membaca Al-Qur’an secara berulang-ulang. Maka do’ kedua dan ketiga di atas menjadi kurang tepat dalam konteks ini.

Wallahu ‘alam

Categories: Ramadhan
  1. silvian
    1 September 2009 pukul 2:24 pm | #1

    Yap. Btw aku mulai tertarik dgn profil beliau waktu dulu pernah liat di majalah Hidayatullah, kereen.. Jadi penasaran pengin ikutan kajiannya di PP Muhammadiyah tiap kamis pagi2 katanya, blm kesampean…

  2. 3 September 2009 pukul 11:38 am | #2

    Betul, kajian beliau emang menarik sekali.
    Kalau mau rutin ikut kajian beliau. Ikut aja Kajian Kamis Pagi di PP Muhammadiyah Cik Di Tiro, jam 6 pagi s.d. 8. Kerjasama MTDK PP Muhammadiyah dg IMM UGM.

  1. Belum ada trackback.