Memindahkan STNK dari Ciputat ke Klaten (Mutasi antar polda)

Setelah dan sebelum KTP dari bapak saya sampai Bogor, mulailah saya gugling cara dan syarat melakukan mutasi STNK ini. Kebanyakan yang dijelaskan adalah mutasi STNK saja, masalahnya MIO saya ini sudah mati pajaknya sejak 6 tahun lalu, wakaka. Kenapa bisa begitu ? soalnya saya baca2 untuk bayar STNK tahunan butuh KTP pemilik, padahal saya belinya second, dan lebih ruwetnya lagi bukan dari pemilik pertama.

Maka hari ini, 2 Agustus 2017 saya ke samsat BSD, mengingat pemilik pertama motor ini beralamat d tangerang selatan. Setelah sampai, ternyata diarahkan ke samsat ciputat, deket TipTop. Oke deh, langsung menuju ke TKP.

Nah proses yang saya lalui ternyata mudah dan sederhana.

  1. Saya langsung menuju Fotokopi dengan berkas yang sudah saya siapkan, yaitu KTP bapak saya, STNK, BPKB dan kuitansi pembelian. langsung bilang sama mas fotokopinya, dia langsung paham mau difotokopi berapa dan bagaimana, tinggal bayar. Di sini bayar 5.000,00IMG_20170802_100211.jpg
  2. Langsung ke tempat pemeriksaan fisik, petugasnya cekatan, jadi cepet rampung, hanya saja tempat parkirnya terbatas. Walhasil motor saya parkir paralel, dan tiba2 sudah dipindahkan mencil sama petugasnya, hehe. Di sini kita bayar 30.000,00
  3. Selesai di cek fisik, kemudian diarahkan petugasnya untuk langsung ke loket mutasi. Di loket mutasi ini kita diberi formulir untuk di isi, kemudian diarahkan ke loket registrasi untuk kemudian balik lagi ke loket mutasi. Setelah menunggu beberapa saat, nama kita dipanggil, kemudian diminta nomor telepon dan diberi tahu bahwa proses selesai sampai di sini, kemudian akan dihubungi kembali melalui SMS sekitar 1 bulan. waw. Kemudian diminta membayar PKB sebesar 150.000,00

Akhirnya selesai juga urusan mutasi hari ini, tinggal tunggu sekitar 1 bulan lagi untuk dihubungi. Total jendral habis 185.000,00.

Iklan

Pelunasan (Sebagian) KPR

Jika membahas tentang KPR ini akan panjang… Walaupun sebenarnya jika mau jujur cukup sederhana sih.

Pasal 1, Riba (tambahan dalam pinjaman) itu haram.

Pasal 2, KPR mengenakan tambahan dalam pinjaman

Selesai. Lalu apakah ada perbedaan KPR konvensional dan syariah ? Lalu apakah KPR-KPR Syariah sudah memenuhi syarat fiqh sehingga bebas ribawi ? mungkin suatu saat bisa kita diskusikan bersama.

Continue reading →

Pindah Rumah (Baru)

Alhamdulillah, pada hari Ahad, 3 Januari 2016 kami akhirnya pindah ke rumah baru di kompleks yang sama. Jika sebelumnya kami mengontrak, maka sekarang, walaupun lebih kecil dari kontrakan sebelumnya, maka ini adalah rumah yang dititipkan Allah pada kami….

Maka seiring dengan kepindahan ini doa kami adalah…

Ya Allah, jadikanlah penghuninya untuk lebih mendekat pada-Mu

Berikanlah keberkahan pada kami

Jadikanlah rumah ini rumah yang menentramkan dan memberi keamanan pada penghuninya..

Ya Allah kami memohon agar kami terhindar dari keburukan riba KPR yang tidak syariah ini..

Ya Allah segera bebaskanlah kami dari riba KPR ini dengan kemampuan untuk segera melunasinya..

 

 

Amin.

Seri Belajar Akuntansi

Secara sederhana pembukuan/akuntansi dibuat untuk memberikan gambaran suatu entitas bisnis dalam bentuk keuangannya. Yah, demikianlah singkatnya akuntansi.

Penggambaran ini didapatkan dari 2 laporan, yaitu :

  1. Laporan Laba/Rugi (Profit/Lost = Revenue – Cost)
  2. Neraca (Asset = Liabilitie[kewajiban] + Equity[modal])

Dan sebagai tambahan, terdapat laporan Arus Kas dan Perubahan Modal

Continue reading →

Hikmah Jum’at, 1 Mei 2015, “Wahai Umat Islam Kejarlah Ilmu”

Suatu ketika seorang Ustadz akan memberangkatkan rombongan jamaah haji dan berceramah, “… Alhamduilillah bapak2 ibu2, uang yang telah kita tabung selama berbulan-bulan dan bertahun-tahun, pada hari ini telah cukup untuk kita berangkat haji, yang semoga dapat mengantarkan kita semua ke pintu syurga…dan semoga haji kita ini menjadi haji yang mabrur…”

“amin…”, serempak calon jamaah haji mengaminkan do’a sang ustadz.

Dan kemudian sang ustadz melanjutkan, “… Dan kita patut berterima kasih pada umat Nasrani dan Yahudi yang telah membantu kita untuk melakukan ibadah haji ini…”

… jamaah haji terdiam.

“Dengan pesawat buatan mereka, boeing, kita dapat menuju Makah, yang jika kita tempuh dengan kapal layar, maka akan kita habiskan berminggu-minggu di lautan sebelum sampai ke Makkah…”

… jamaah haji [masih] terdiam.

“Maka kita mesti mendidik anak-anak kita dan cucu-cucu kita untuk menguasai ilmu itu…”

Kemudian sang khatib menyebutkan perkataan Amirul Mukminin Ali Bin Abi Thalib, “Jika kalian ingin mendapatkan dunia, maka harus dengan ilmu, jika ingin mendapatkan akhirat, maka juga dengan ilmu, dan jika kalian ingin mendapatkan keduanya maka ia akan didapat dengan ilmu…”.