Membentuk habit baru yang lebih baik, sulitkah ?

Sebenarnya ada banyak cita untuk diraih, tapi kita semua mafum bahwa kebanyakan dari itu semua membutuhkan kesungguhan usaha dan disiplin yang harus ditegakkan dalam jangka waktu tertentu.

Dalam presentasinya seorang blogger – lupa namanya – menyebutkan bahwa sebaiknya kita ini sedikit tidur, karena memang banyak amanat yang dibebankan kepada kita atau banyak hal yang ingin kita raih. Ianya berkelakar, coba saja bangun kebiasaan tidur 4 jam sehari selama satu bulan, maka niscaya pada bulan ke-2, kita akan tetap mengantuk pada siang hari. Bukan, maksudnya tubuh akan terbiasa tidur 4 jam sehari tanpa kelelahan, namun pembiasaan 1 bulannya inilah yang sulit.

Dalam Islam, mungkin kita akan ketemu dengan yang namanya Bulan Ramadhan, dimana kita diajak untuk menjalankan habits yang positif dalam sebulan, tentu saja, harapanya kebiasaan baik itu akan berlanjut selama 11 bulan berikutnya. Dan kalau kemudian pada bulan ke-11 kebiasaan baik itu sudah sedemikian tergerus, kita akan dipertemukan kembali dengan yang namanya Ramadhan.

Siapapun tentu tahu bahwa pohon yang saat ini kita lihat teramat besar dan kuat, ianya pada awalnya tentu adalah sebuah benih yang kecil mungil. Seorang anak manusia yang saat ini mempunyai kekuatan fisik dan pikiran yang luar biasa, dianya pernah melalui fase bayi, yang bahkan tidak bisa berjalan dan berkata-kata.

Teramat banyak sudah para hafid, penghafal Quran, yang berhasil melalui perjuangan untuk sedikit demi sedikit menghafalkanya. Maka kapan kita akan menempuh jalan untuk mulai menghafalkannya ? Kalau waktu yang dikeluhkan, berapa banyak waktu yang bisa dimanfaatkan saat berada di perjalanan ? Ah, itu hanya tinggal niat kita saja….

Dan tentu saja, tulisan ini untuk mengingatkan pertama kali untuk saya pribadi, untuk menggelorakan niat, niat mencari keridhaan Allah swt semata. Untuk dapat istiqomah menempuh jalan-jalan itu.

“Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan, Tetapi dia tiada menempuh jalan yang mendaki lagi sukar.”(QS. Al Balad[90]:10-11)

Kalau yang kamu serukan kepada mereka itu keuntungan yang mudah diperoleh dan perjalanan yang tidak berapa jauh, pastilah mereka mengikutimu, tetapi tempat yang dituju amat jauh terasa oleh mereka. Mereka akan bersumpah dengan (nama) Allah: “Jikalau kami sanggup tentulah kami berangkat bersamamu”. (QS 9:42)

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antaramu, dan belum nyata orang-orang yang sabar. (QS. 3:142)

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah“. Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. (QS 2:214)

Wallahu ‘alam bi shawab.

Iklan

One response

  1. Subhanallah, semoga bisa menjadi teladan buat istri dan anak2 tercinta ……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: