Pelunasan (Sebagian) KPR

Jika membahas tentang KPR ini akan panjang… Walaupun sebenarnya jika mau jujur cukup sederhana sih.

Pasal 1, Riba (tambahan dalam pinjaman) itu haram.

Pasal 2, KPR mengenakan tambahan dalam pinjaman

Selesai. Lalu apakah ada perbedaan KPR konvensional dan syariah ? Lalu apakah KPR-KPR Syariah sudah memenuhi syarat fiqh sehingga bebas ribawi ? mungkin suatu saat bisa kita diskusikan bersama.

Namun, kali ini bagi yang sudah mengambil KPR seperti saya, terus bagaimana ? Saya pernah ditunjukkan video youtube Ust Erwandi untuk permasalahan yang sudah “terlanjur” mengambil riba, eh KPR. Menurut beliau yasudah lunasi saja tanpa membayar bunganya… Tapi jika tidak membayar bunga, maka kita akan bermasalah, ya bayar bunganya…dan memohon ampun pada Allah atas dosa riba ini. Karena seperti kita tahu, ancaman dosa riba ini sangat berat….

Maka tulisan ini membahas tentang mempercepat agar kita yang terlanjur mengambil kredit (KPR) dapat segera terlepas dari riba dan sekaligus mengurangi bunga yang ‘seharusnya’ kita bayarkan ke bank. Karena ibarat kita melanggar larangan berjalan di tepi jurang, yang sebenarnya membahayakan kita sendiri, tentu sewajarnya kita mesti secepat mungkin kembali ke jalur aman.

Tentu yang pertama kita mesti berdoa dan meningkatkan ikhtiar agar diberi rezeki yang memampukan kita untuk segera melunasi kredit tersebut. Tulisan ini berlaku untuk KPR konvensional, karena sepengetahuan saya, KPR syariah menggunakan 2 skema :

  1. KPR dibawa ke dalam jual beli, menggunakan kaidah fiqh bahwa jual beli dapat menerapkan 2 harga, harga sekian untuk dibayar langsung lunas dan harga sekian untuk pembayaran dicicil. Dengan skema ini, maka cicilan yg 15 tahun misalnya jika dibayar dipercepat maka nominalnya akan tetap saja. *kemudian dikenalkan sistem diskon, untuk percepatan pembayaran ini…
  2. KPR dibawa ke dalam sewa menyewa, sementara ini saya belum mengetahui mekanisme percepatan pelunasan nya….

Saat ini saya menggunakan KPR yang tidak mengenakan penalty atas pelunasan sebagian, namun dengan pembatasan bahwa pelunasan sebagian maksimal dilakukan 2 kali setahun dengan besaran minimal 2 kali angsuran dan maksimal 25% dari pokok pinjaman. Dan di bawah ini sebagai ilustrasi pelunasan dipercepat.

Sebagai contoh, jika kita mempunyai pokok pinjaman sebesar 300juta,

  1. maka jika kita mengangsur selama 15 tahun dengan bunga 10% misalnya (Kenyataannya ada yang sampai 14%) dan angsuran 3.223.815 maka kita akan membayar bunga sebesar 280.286.764
  2. Jika kita bisa melakukan pelunasan sebagian setiap 6 bulan sekali dengan besaran 5*cicilan (5*3.223.815=16.119.075), maka bunga yang akan kita bayarkan menjadi “hanya” 183.254.720
  3. Jika kita menciutkan masa angsuran menjadi 7 tahun, maka bunga yang dibayarkan tinggal 118.349.837 tetapi angsuran menjadi 4.980.355

Memang sebenarnya cara ke-3 lebih meminimalkan bunga, tetapi angsuran yang ditanggung menjadi lebih besar dan menuntut kepastian ketersediaan dana setiap bulan. Cara ke-2 lebih fleksibel untuk tidak terlalu mengganggu keuangan bulanan…

Sebenarnya ada cara ke-4, yaitu pelunasan sebagian dipercepat sebaiknya jangan mengurangi masa angsuran, sehingga setelah pelunasan, maka angsuran kita berkurang dan akibatnya bunga yang kita bayarkan per bulan nya pun ikut berkurang.

Semoga di masa mendatang benar-benar muncul sistem syariah yang selain sesuai syar’i juga tidak memberatkan nasabahnya.

*angka-angka di atas dengan menggunakan excel bunga anuitas.

 

 

Iklan

4 responses

  1. bagus infonya soal KPR gan

  2. Artikel ini sangat membuka mata saya tentang pandangan KPR dan riba. terima kasih banyak.

  3. Sangat bermanfaat bagi yang terlanjur hutang. Terima kasih

  4. Sangat bermanfaat bagi kami. Terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: