Category Archives: Perjalanan

Mengenai Jepang, Catatan Satu Bulan Setelah sampai

WhatsApp Image 2017-09-28 at 01.46.33 (1)

Alhamdulillah, saat ini hampir satu bulan setelah tiba di Jepang. Kami berangkat ke Jepang pada tanggal 27 September 2017 jam 20.30 dan mendarat di bandara Osaka pada pukul 09.00 pagi waktu setempat (selisih 2 jam, di Indonesia jam 7) tanggal 28 September dengan transit di Kuala Lumpur Malaysia dan tulisan ini ditulis pada 24 Oktober 2017. Banyak hal yang menarik, karena kita akan menjumpai banyak hal baru yang bisa jadi berbeda dengan kehidupan di Indonesia. Keseharian di Kyoto (ataupun di negara asing) saat ini akan sangat terbantu dengan kemajuan teknologi saat ini. Misalkan saja dengan google Map dan google Translate. Karena tulisan kanji Jepang ini, sekedar membacanya saja saya belum bisa, apatah lagi mengetahui artinya.

Continue reading →

Iklan

Kopi Terbalik di Meulaboh

Mumpung masih Syawal, saya ucapkan, “Taqabalallahu Minna wa Minkum”, semoga puasa kita, tarawih [tawareh kata Upin] kita, dan semua amal ibadah yang telah kita lakukan diterima Allah SWT, aminn. Dan ‘Mohon maaf Lahir Batin’, atas kesalahan dan khilaf yang telah saya lakukan.

Ini tentang kopi. Akhir-akhir ini saya juga baru seneng sama yang namana kopi, tapi bukan hanya kopi tok, tapi kopi susu. Sekarang persediaan baru habis, belum beli lagi 😀. Namun ini adalah cerita pas saya masih berada di Meulaboh City.

Salah satu ikon Meulaboh yang terkenal adalah kopi terbalik nya. Awal saat tiba di Meulaboh, saya diajak temen setim ke salah satu pantai yang di sana terdapat warung kopi yang menyediakan menu kopi terbalik ini. Tapi perjalanan pertama ini gagal ke sana, akhirna malah jalan-jalan mencoba menyusuri jalan di sana, yang Alhamdulillah sudah sangat bagus. Kanan kiri terhampar perkebunan sawit.

Inilah jalan di Meulaboh yang menembus perkebunan sawit

Inilah jalan di Meulaboh yang menembus perkebunan sawit

Continue reading →

Saksi Tsunami di Meulaboh

Setelah sholat Ashar di masjid yang dekat dengan garis pantai itu – kira-kira 100 meter dari garis pantai – saya duduk-duduk di serambi. Masjid ini adalah salah satu tanda kebesaran Allah SWT, mengingat jaraknya yang sangat dekat dengan pantai. Seperti telah kita ketahui bersama, bahwa terdapat banyak masjid yang sangat dekat dengan laut namun tidak mengalami kerusakan yang cukup berarti pada saat terjadinya bencana tsunami yang sangat dahsyat, 26 Desember 2004.

Inilah masjid, salah satu tanda kebesaran Allah, dari serambi kita dapat melihat laut yang begitu dekat di depannya dan jika kita berjalan ke arah kiri masjid maka sekitar 200 m akan sampai di pelabuhan Meulaboh.

Inilah masjid, salah satu tanda kebesaran Allah, dari serambi kita dapat melihat laut yang begitu dekat di depannya dan jika kita berjalan ke arah kiri masjid maka sekitar 200 m akan sampai di pelabuhan Meulaboh.

Continue reading →