Category Archives: Sejarah

Sejarah Penghimpunan Mushaf Al Qur’an

“Jadi kesimpulan yang dapat kita sebutkan dengan meyakinkan sekali ialah, bahwa Mushhaf Zaid dan Usman itu bukan hanya hasil ketelitian saja, bahkan – seperti beberapa kejadian menunjukkan – adalah juga lengkap, dan bahwa penghimpunnya tidak bermaksud mengabaikan apapun dari wahyu itu. Juga kita dapat meyakinkan, berdasarkan bukti-bukti yang kuat, bahwa setiap ayat dari Qur’an itu, memang sangat teliti sekali dicocokkan seperti yang dibaca oleh Muhammad.” Sir William Muir

Mungkin kita pernah mendengar atau bahkan membaca artikel yang bernada meragukan ke-asli-an/otentitas kitab suci umat Islam, Al Qur’an Al Karim. Di sini saya cuplikkan pendapat dari Muir, seorang orientalis. Pendapat Muir ini dimuat dalam kata pengantar buku Sejarah Hidup Muhammad, Hayatu Muhammad, yang ditulis oleh Muhammad Husein Haekal. Penampilan pendapat Muir di dalam kata pengantar cetakan kedua ini dilatar belakangi oleh tanggapan seorang Muslim Mesir, seorang Muslim sekali lagi, yang menyayangkan Muhammad Haekal, penulisnya, yang menjadikan Al Qur’an sebagai rujukan pertama dalam menulis Hayatu Muhammad ini. Dan kenapa pendapat Muir yang dicuplik ? Tidak lain karena Dr. Haekal merasakan bahwa terdapat sebagian Umat Islam yang sangat mengagumi karya-karya yang ditulis atau lahir dari barat.

Continue reading →

Iklan

Asal-usul angka Nol

Waclaw Sierpinski, seorang pakar Matematika yang cemerlang … cemas karena kehilangan sebuah tas bawaannya. “Tidak sayang!”, kata istrinya. “Semuanya ada enam di sini”. “Tidak mungkin”, Kata Sierpinski. “Aku telah menghitungnya berulang kali: nol, satu, dua, tiga, empat, lima.” – The Book Of Number

Dalam sehari-hari, sesungguhnya kita tidak membutuhkan angka nol, benar-benar tidak butuh. Ketika anda ditanya, ‘Punya berapa jerukkah anda ?’, maka anda akan cenderung untuk mengatakan ‘Saya tidak punya jeruk’ ketimbang mengatakan ‘Saya mempunyai nol jeruk’. Ketika kita mempunyai seorang adik dan ditanya ‘Berapa tahun umur adikmu itu ?’. Maka kita lebih memilih untuk menjawab ‘Umurnya baru 1 bulan’ daripada harus menjawab dengan ’Umurnya baru 0 tahun’. Inilah masalahnya, karena dalam prakteknya kita sama sekali tidak memerlukan angka nol.

Continue reading →